Tuturan Pena Riri Artakusuma

Senin, 09 Agustus 2010

Nikmat Mana Lagi yang Kau Dustakan

Fabiayialla irabbikuma tukazziban....(al-ayah)

Begitulah ayat yang beberapa kali disebutkan oleh Allah SWT dalam surah ar-rahman. Ketika sekilas saja kita membacanya, tanpa mengerti dan memaknainya, maka ayat ini pun akan menjadi biasa saja bagi kita. Namun ketika kita merasakan kesenangan yang begitu luar biasa dari sebuah kenikmatan, apapun bentuknya, baik yang langsung ataupun tidak atau bahkan secara tiba-tiba ada nikmat yang menghampiri kita... maka anda akan terpesona dengan ayat tadi. Seandainya saja kita mau memahami tidak sekedar mengerti.

Kata-kata syukur, saya tuangkan dalam sebuah kalimat berikut "Indahnya IA menciptakan 7 benua dan 7 samudera didunia ini yang diatasnya IA lengkapi dengan 7 lapis langit dan 7 warna pelangi sebagai tanda 7 bidadari di sekelilingnya..TAPI tidak hanya 7 hari IA tersenyum padamu.. IA akan tersenyum untuk mu SELAMANYA, seandainya kau mau berbaik sangka.."

Saya terinspirasi menuliskan pengalaman berdasarkan keajaiban ayat yang satu ini. Ayat ini merupakan salah satu ayat favorit saya. Ketika saya memutuskan untuk menggunakan hijab tepat pada tanggal kelahiran saya 29 Juni, entah mengapa keajaiban atas nikmat-NYA datang bertubi-tubi. Saya tidak memikirkan sebelumnya, terlebih membayangkan. Diawali ketika pagi hari saya ke kantor, dengan santai saya tidak ada perasaan kekhawatiran atas kecanggungan karena mengenakan hijab. saya datang dengan penuh percaya diri, alhamdulillah respon yang baik datang bertubi-tubi, meskipun tidak kalah yang meragukan bahkan sekedar mengejek, namun hal tersebut sudah bisa saya duga sebelumnya. Tidak hanya sampai disitu, cake tanda ulang tahun pun datang bertubi-tubi ke kantor saya, yang ditujukan untuk saya karena memang bersamaan dengan hari kelahiran saya. Mulai dari cake, nasi tumpeng sampai angpau, MashaAllah wa SubhanAllah, nikmat itu sekali lagi, datang bertubi-tubi hingga yang merasakan suka cita tidak hanya saya pribadi, namun hampir seisi kantor merasakan suka cita yang saya rasakan.

Namun saya pikir, itu sudah merupakan akhir dari "kado" NYA, namun tidak. Kado NYA masih berlanjut ketika ada klien yang datang pada saya untuk kemudian mngajak saya mengisi in house training di tempatnya untuk public speaking class. Lagi-lagi saya mengucapkan SUBHANALLAH. "Jika kau bersyukur atas nikmat KU maka akan Ku tambahkan nikmat mu, namun jika kau ingkar, sesungguhnya azab KU amat pedih... (QS : Ibrahim : 7)" Subhanallah.. Lagi-lagi saya berpikir, ini sudah akhir dari kado-NYA, ternyata IA masih mempersembahkan kado impian saya, yaitu meneruskan kuliah S2 saya. Ternyata pada suatu kesempatan, saya dipertemukan oleh seseorang yang berbaik hati menawarkan saya fellowship untuk melanjutkan program S2 diplomasi di salah satu universitas swasta di Jakarta. Disitulah titik haru saya memuncak.. dan dengan mudahnya IA memberikan jalan menuju kearah sana ketika persyaratan-persyaratan fellowship tersebut harus saya penuhi.. MashaAllah!!!

Banyak hikmah yang saya dapatkan dari kejadian yang telah saya lewati. Satu hal yang selalu saya yakini adalah, tidak ada sesuatupun di dunia ini yang datang secara kebetulan, semua yang telah dan akan kita lewati sudah atas design-NYA. Saya semakin percaya atas kebesaran-NYA.. betapa saya semakin merasa menjadi orang yang sangat beruntung masih diberikan kesempatan untuk bisa mengucap asma-NYA, bersholawat pada kekasih-NYA, Muhammad SAW, masih bisa menangisi dosa yang telah saya perbuat dan memperbaiki segalanya... Subhanallah wal hamdulillah wa la illa ha illaAllah, Allahu Akbar.. !! Semoga kisah singkat ini, bisa meinginspirasi kita untuk terus yakin atas kebesaran-NYA dan menjadi manusia yang tahu bersyukur atas semua nikmat-NYA.. amin.

2 komentar:

sandry mengatakan...

Dear Riri, teman baik ku yang selalu IKHLAS menjalani hidup ini.
Alhamdulillah Ri ... Ini salah satu moment pendewasaan mu Ri, dan Subhanallah untuk Sekenario DIA di jalan hidup mu ini Ri.
Yang pasti Ri, masukkan dari saya untuk membuat rasa syukur mu semakin SEMPURNA adalah tanamkan mental "GIVER" mu Ri kepada semua orang tanpa pandang bulu atas apa yang kamu sudah miliki. Memberi bukan hanya harta mu tetapi ilmu, tenaga mu, dll. Jangan pernah mengharapkan sesuatu dr pemberianmu. Dengan memberi kamu akan merasakan kesuksesan sejati. Dan ALLAH SWT tidak akan mengurangi segalanya apa yg kamu miliki dan Pastinya DIA akan menambahkannya. Good Luck

Usaha Mandiri mengatakan...

You're right. Everything that created by Allah has the benefit that for 'us' it's unuseful such as mosqitou